Try, My Dear... Feel the Same Suffering...
Cobalah, Sayang... Rasakan Penderitaan yang Sama...
---
In a world that calls itself enlightened,
you have begun to worship only one thing:
your own happiness.
Di dunia yang mengaku tercerahkan,
kalian mulai menyembah satu hal:
kebahagiaan diri sendiri.
---
There is no longer right or wrong.
No more empathy.
Only one pursuit remains:
to chase pleasure without limit,
by any means you can take.
Tidak ada lagi benar atau salah.
Tidak ada lagi empati.
Hanya ada satu tujuan:
mengejar rasa senang sepuas-puasnya,
dengan cara apa pun yang bisa kalian tempuh.
---
You call it consciousness.
But in truth,
it is arrogance wrapped in artificial light.
Kalian menyebut ini kesadaran.
Tapi sejatinya,
ini adalah keangkuhan yang dibungkus cahaya palsu.
---
You laugh,
you cheer,
you celebrate your triumph in draining joy from others.
Casually—without guilt—
you deceive the weak,
you play with the fragile,
you rob the vulnerable,
just to enrich yourselves.
Kalian tertawa,
bersorak,
merayakan keberhasilan kalian menghisap bahagia dari sesama.
Dengan santuy—tanpa rasa bersalah—
kalian memperdaya yang lemah,
memainkan yang rapuh,
merampas yang rentan,
demi menguras keuntungan bagi diri kalian sendiri.
---
And you hope...
to laugh forever.
Dan kalian berharap...
bisa tertawa bahagia selamanya.
---
But...
will you truly be able to enjoy it all?
Are you certain you can keep dancing
on top of the tears of others
without slipping
on the very pain you created?
Tapi...
apakah kalian benar-benar akan bisa menikmati itu semua?
Apakah kalian yakin akan terus menari di atas air mata,
tanpa tergelincir oleh jejak penderitaan yang kalian ciptakan?
---
The time will come.
The universe will fold.
Energy will turn.
What you inflicted
will return to you.
Akan tiba waktunya.
Semesta menggulung.
Energi memutar.
Apa yang kalian timpakan,
akan kembali menimpa.
---
Everyone will feel it.
Pain.
Grief.
Sadness.
Despair.
Semua akan merasakan.
Sakit.
Sedih.
Duka.
Nestapa.
---
The same.
No one will be spared.
Sama.
Tak ada yang luput.
---
And when the world becomes a stage
of disasters and wars...
Will you still be able to laugh in joy?
Dan saat dunia berubah menjadi panggung bencana dan perang...
Apakah kalian masih bisa tertawa bahagia?
---
When homes fall to ruin,
when cries never cease,
when the sky pours down wrath...
What will you do?
Ketika rumah-rumah hancur,
tangis tak berhenti,
dan langit menumpahkan murka...
Kalian bisa apa?
---
Do you want to try it?
Ingin mencobanya?
---
A little or a lot—
try, my dear...
Sedikit atau banyak—
cobalah, sayang...
---
Feel the same suffering
as those you have crushed,
those you have betrayed,
those you have used and discarded,
those you have destroyed.
Rasakan pender
itaan yang sama
seperti mereka yang telah kalian jatuhkan,
yang kalian sakiti,
yang kalian permainkan,
yang kalian hancurkan.
---
Try...
My dear...
Cobalah...
Sayang...

Komentar
Posting Komentar